Blog ini hadiah dari teman masa SD/SMP Lusiana Gusiar (thanks dear) yang sering lihat saya upload foto masakan di Fb dan diminta resepnya oleh teman2 yang lain
Tampilkan postingan dengan label Traditional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Traditional. Tampilkan semua postingan
Minggu, 25 Maret 2012
Rujak Mie ala Tanjung Uban
Ini setoran untuk Lontong and Ketupat Week, event yang diadakan oleh milis Natural Cooking Club. Sesuai dengan judul, peraturannya, anggota milis yang mau ikut berpartisipasi harus mengirimkan foto, cerita dan resep masakan yang menggunakan Lontong atau Ketupat mulai tanggal 24 Pebruari sampai dengan 25 Maret 2012 ke admin. Sempat kebat-kebit juga sih karena minggu lalu sudah buat, foto pakai Olympus tapi ketika mau ditransfer baru sadar jika Kabel USB kamera hilang beserta connector yang ke ipad. Akhirnya beli dulu connectornya ke Click Botani Square sambil ajak anak2 nonton Negeri 5 Menara, tapi kabel USBnya gak dapet. Akhirnya kemarin masak Rujak Mie lagi, difoto sekedarnya pakai Bb Torch, hiks.. Hasil setoran akan dipajang di web khusus dan penyetor mendapatkan badge/lencana khusus yang dapat dipajang di blog masing2, seperti pramuka gitu Loh, biar tambah meriah blognya. Ini badge ke2 yang saya dapat setelah sebelumnya mengikuti event Chinese Food Week.
Kenal masakan Rujak Mie ini saat menetap di Tanjung Uban pulau Bintan, KePri. sempat aneh juga dengernya, Mie kok dirujak. Oh ternyata bumbunya sama aja seperti gado2/ketoprak, bedanya bukan pakai bihun melainkan mie basah, tapi taburan Seledrinya itu lho yang bikin segar!
Ini Resepnya:
Ketupat
Isi selongsong Ketupat sampai 1/2 bagian dengan beras yang telah dicuci bersih, rebus menggunakan panci presto 60 menit, dinginkan/angin2kan dengan cara digantung
Rujak Mie (utk 5 porsi)
Rebus Cabai merah dan rawit sesuai selera tingkat kepedasan
Siram 1/4 Mie basah dengan air panas mendidih, aduk2 tiriskan
Siram 1/4 Tauge dengan air panas mendidih, aduk2 tiriskan
Goreng 5 Tahu kuning atau Tahu Bandung (kalau tidak ada, boleh pakai Tahu Putih)
5 siung bawang putih
1 ons Kacang Tanah, goreng
Gula Merah, secukupnya
Garam secukupnya
Air Asam Jawa,
Taburan:
1 ons Kerupuk Merah, goreng
Seledri secukupnya, iris halus
Bawang Merah goreng, secukupnya
Cara membuatnya:
Ulek Cabai & bawang Putih dengan garam sampai halus, masukkan kacang tanah dan gula merah, haluskan lagi, tambahkan air Asam Jawa sampai tingkat keencerannya pas. aduk rata dan Cicipi.
Masukkan potongan Ketupat, Tahu, Tauge dan Mie, aduk rata. Sajikan dengan taburan Seledri, Kerupuk dan bawang Merah goreng, tambahkan kecap manis bila suka.
Selamat Menikmati!
Kamis, 02 Februari 2012
Batagor Tenggiri
Komen teman yang nyobain "Batagor Bandung mah lewat dah!" dijual dii sekolah setelah mengajarkan murid2 bikin di Unit Produksi, laris manis sampai Ada yg protes via BBM "Bu, batagornya enak banget! saya mau nambah tapi sudah pesan kok gak diantar2 lagi sih?" nah lho!
Siomay Bandung
Siomay Bandung
Bahan:
500 gr daging ikan tengiri, haluskan
2 sdm bawang merah halus
1 sdm bawang putih halus
2 sdt lada halus
1 sdt chicken powder
3 sdm gula pasir
3 sdt garam
1 sdm minyak wijen
3 btr telur
450 gr sagu tani
Cara membuatnya:
- Aduk daging ikan halus dengan bumbu-bumbu halus, tuang telur, aduk rata. lalu tuangkan tepung sagu, aduk rata lagi, sisihkan.
- Ambil satu lembar kulit siomay, isi dengan adonan ikan, lipat ketas, rapikan bentuk wiron. Taruh diatas loyang yg sudah dipoles minyak, kukus 20 menit.
- Rebus kentang ½ matang, kupas kulitnya, belah dua. Kerat-kerat bagian yg rata, beri adonan ikan. Kukus
- Potong pare, buang bijinya, isi dengan adonan ikan. Kukus 30 menit.
- Potong kotak tahu, goreng sebentar, kerat-kerat dengan gapru salah satu sisinya, tempelkan adonan ikan. Kukus 30 menit.
- Telur rebus belas dua, tempeli dengan adonan ikan. Kukus.
Batagor
Bahan:
1 resep adonan siomay Bandung
10 buah tahu putih besar, potong dua bentuk segitiga
atau
Kulit somay secukupnya
Cara membuat:
- Kerat sisi tahu dengan garpu, keluarkan sedikit isinya.
- Isikan adonan siomay, goreng hingga matang.
- Atau isikan adonan somay ke dalam kulit somay, satukan sudut-sudutnya, goreng hingga matang.
Sambal Kacang
untuk Siomay dan Batagor
Bahan:
500 gr kacang tanah, goreng, giling halus
200 gr cabe merah
3 bh bawang putih
2 sdm cuka
2 sdm garam
8 sdm gula pasir
minyak sayur secukupnya
1,5 ltr air matang
Cara membuatnya:
- Haluskan cabe merah dan bawang putih.
- Panaskan minyak sayur, tumis cabe dan bawang putih halus, biarkan hingga wangi, masukkan kacang tanah halus dan ubi halus, aduk rata. Biarkan hingga mendidih.
- Matikan api, tambahkan garam, cuka dan gula. Lakukan tes cicip, bila sudah pas. Siap disajikan.
Pelengkap penyajian:
Jeruk limau
Kecap manis
Saos tomat
Jumat, 13 Januari 2012
Lemper & Semar Mendem
Tiap dapet Snack Box, bang Dzaky minta lempernya. Karena kemarin ada pesanan snack box mendadak untuk rapat di sekolah dan bakul langganan tidak sanggup, akhirnya pesan di bakul lain, dia cuma sanggup 2 jenis kue, masih kurang 1 jenis kue lagi. Hm.. Terpikir kenapa gak saya coba buat ya sekalian belajar bikin kue favorit si abang, teringat juga punya cetakan lemper yang belum diperawanin :D. Karena mulai bikin jam 7 malam, ketika kehabisan daun, sekalian deh coba bikin Semar Mendem juga. Bikin 60 buah, baru selesai jam 10 malam, gimana kalau bikin 2 jenis ya? Tepar pastinya!
Resep diambil dari http://dapursanti.blogspot.com/2010/05/semar-mendem-isi-abon.html
Bahan:
- 500 gr beras ketan
- 600 ml santan
- 1 sdt garam
- 2 lbr daun salam
- Abon sapi secukupnya
Bahan dadar:
- 250 gr tepung terigu
- 3 btr telur
- 500 ml santan
- ½ sdt garam
Cara membuat:
- Cuci beras ketan hingga bersih, kukus di dandang yang sudah dialas kain saringan sampai panas kepul-kepul.
- Sementara itu masak santan, garam, dan daun salam hingga mendidih. Matikan api.
- Masukkan ketan panas kedalam santan, aduk hingga terendam. Diamkan sampai santan terserap
- habis dan beras ketan menjadi aron. Kukus lagi 20 menit. Angkat.
- Ambil 1 sdm ketan, masukkan ke dasar cetakan, beri cekungan, isi 1 sdt abon, lalu tambahkan ketan 1 sdm lagi, tekan2 sampai padat. Lakukan hingga ketan habis.
Untuk lemper, bungkus daun pisang, semat piting lidi. Kukus lagi 20 menit, dinginkan, cabut piring dan bentuk runcing sisa daun.
Untuk Semar Mendem
Dadar:
- Taruh dalam satu wadah: tepung terigu, garam dan telur. Aduk rata sambil dituangi santan sedikit demi sedikit hingga santan habis. Buat dadar tipis-tipis.
- Penyelesaian:
- Ambil satu lembar dadar, letakkan ketan kepal ditengahnya, lipat seperti amplop.
Selasa, 20 Desember 2011
Tape Ketan Hijau
Ceritanya waktu mau bikin roti kehabisan ragi fermipan. Nyuruh ART untuk beli ke warung depan, eh dia malah bawa pulang Ragi Tape. Ya udah disimpan aja tuh Ragi.
Nah waktu jadi tuan rumah arisan kan bikin nasi kuning, pakai Ketan 600 gr, belinya 1 liter. Jadi ada sisa Ketan. Cucok lah untuk dibikin tape ketan hijau. Googling resep ke http://www.ncc-indonesia.com/detail.php?aid=166 hasilnya manis dengan sedikit rasa asam dan banyak air. Karena DzakyFarin gak suka, akhirnya untuk mereka Tape Ketan ini diolah lagi menjadi puding.
Nah waktu jadi tuan rumah arisan kan bikin nasi kuning, pakai Ketan 600 gr, belinya 1 liter. Jadi ada sisa Ketan. Cucok lah untuk dibikin tape ketan hijau. Googling resep ke http://www.ncc-indonesia.com/detail.php?aid=166 hasilnya manis dengan sedikit rasa asam dan banyak air. Karena DzakyFarin gak suka, akhirnya untuk mereka Tape Ketan ini diolah lagi menjadi puding.
Bahan:
- 500 gr Beras Ketan
- 1 ltr Air
- 2 sdm Pandan Pasta
- 400 ml air
- 3 bh Ragi Tape Bulat
- 5 sdm Gula Kastor
- Cuci Beras Ketan hingga bersih, rendam dalam campuran 1 ltr air dan Pandan Pasta semalaman. Tiriskan. Kukus hingga panas kepul-kepul.
- Sementara itu didihkan 400 ml air, siram-siram kedalam ketan kukus yang masih panas, aduk rata. Kukus kembali 15 menit, angkat, dinginkan hingga betul-betul dingin.
- Haluskan Ragi Tape.
- Susun ketan hijau dalam wadah, taburi Ragi tipis-tipis, taburi Gula Kastor, timpa lagi dengan Ketan, taburi lagi dengan Ragi dan Gula. Tutup rata, biarkan selama 3 hari.
Minggu, 20 November 2011
Kue Rangi (one of my favourite)
Saya Senang banget dengan tekstur Kue traditional Betawi yang kenyal lembut namun ada sensasi krenyes2 serutan kelapa mudanya ini, disiram saus gula Merah nan kental, mnm... Sayangnya gak ada tukang Kue Rangi keliling yang lewat di lingkungan rumah, akhirnya coba bikin sendiri dengan resep googling, posting ke milis NCC, sempet heboh komentar dari NCC'ers sampai ada yang menuliskan ulang di http://info.kue-ulang-tahun.com/g/371-Resep-Kue-Rangi.html
BAHAN:
- 1 butir kelapa, pilih agak muda
- 1/2 kilogram sagu tani
- 125 ml air
- 1/2 sendok teh garam
BAHAN SAUS:
- 250 gram gula merah
- 400 ml air
- 2 sdm sagu Tani cairkan dengan 50 ml air
CARA MEMBUAT:
- Saus: Rebus gula dan air lalu saring, kemudian rebus lagi dengan menambahkan larutan air sagu, tunggu mendidih sambil diaduk-aduk. Sisihkan.
- Serut kasar kelapa yang agak muda dengan serutan sawut.
- Campurkan sagu tani dan garam sambil ditambahkan air sedikit-sedikit. Jangan sampai basah ya, tapi hanya lembab. Tekstur bukan kayak adonan bakwan, tapi mawur ya.
- Panaskan cetakan kue rangi lalu tuangkan adonan tutup dan biarkan 5 menit. Tipis-tipis saja, jangan dipadatkan ya, biar matang.
- Oleskan saus gula ke atas rangi panas. Sajikan.
TIPS & TRIK:
- Kalau mau lebih mantab, tambahkan 1 sdm gula pasir di saus gula merah. Dan juga irisan nangka. Pasti rasanya tambah top... :D
- Saran: sangrai dulu sagu tani dengan 2 lbr daun pandan.
Lapis Singkong Green Canyon
Whoa.. Lusi bisa aja nih nambahin nama Kue Lapis Singkong ini dengan Green Canyon, selain karena warnanya hijau menggoda dare pasta Pandan, mungkin Lusi ingat saya pernah wisata adventurer ke Green Canyon. Eksotis banget memang tempatnya, setelah menumpang perahu motor selama 20-30 menit dare dermaga Cukang Taneuh, kita harus berenang/berjalan berpegangan tali untuk menikmati pemandangan tubing yang menyilang tinggi nan spectacular. Saya mencoba terjun bebas ke air sungai dari batu setinggi Sekitar 8 meteran, waktu manjat batunya sih semangat, begitu giliran mau lompat, wadoh.. Berpikir 10x dulu tuh, sekitar 10 menit baru yakin melompat, hahaha.. Ternyata bunda Ada takutnya juga ya Ay.. ayo berkunjung kesana! Jangan sampai sudah bisa jalan2 ke Negara tetangga tapi belum bisa mengunjungi obyek2 wisata di provinsi sendiri ya!
Untuk resepnya mudah banget, minta tolong parutin singkong ke warung yang punya mesin parutan kelapa, jangan lupa beli kelapanya sekalian dsitu supaya abangnya gak ngambek, huehehe.. Aduk2, kukus deh. Saya dapet dare browsing ke :
http://www.detikfood.com/read/2010/04/30/101654/1348366/361/resep-kue-lapis-singkong
Bahan:
- 1 kg singkong, kupas, parut
- 1 bungkus agar-agar bubuk putih
- 300 ml santan
- 150 g gula pasir
- Pewarna makanan, sesuai selera
- Taburan, kukus jadi satu:
- 100 g kelapa kupas, parut memanjang
- ½ sdt garam
Cara membuat:
- Peras singkong, sisihkan.
- Siapkan loyang segi empat 20 cm, olesi minyak.
- Campur santan, gula dan agar-agar, aduk rata.
- Masukkan singkong parut, aduk rata.
- Bagi menjadi 3 bagian, beri pewarna sesuai selera.
- Tuang satu bagian adonan dalam loyang.
- Kukus dalam kukusan panas hingga matang.
- Lapisi dengan adonan kedua.
- Kukus dan kerjakan yang sama dengan adonan ketiga.
- Kukus hingga sleuruhnya matang.
- Angkat dan dinginkan.
- Potong-potong setebal 1,5 cm. Taburi kelapa parut.
- Sajikan.
- Untuk 30 potong
Kue Pancong
Punya warisan cetakan Kue Pancong dari almh Ibu, jadi begitu Bu Fat posting resep Kue Pancong di milis, langsung deh buat:
http://www.ncc-indonesia.com/detail.php?aid=785
http://www.ncc-indonesia.com/detail.php?aid=785
Bahan:
- 250gr tepung beras putih
- 250 gr kelapa, kupas, parut
- 1 sdt garam halus
- 650 ml santan
- 100 ml minyak goreng untuk polesan
- Campur tepung beras, kela parut dan garam menjadi satu.
- Tuangi santan sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga rata.
- Panaskan cetakan kue pancong diatas api sedang, poles dengan minyak tipis saja.
- Tuang adonan hingga penuh, tutup. Biarkan hingga matang.
- Angkat selagi panas. Taburi gula pasir kasar bila suka.
Gabus Pucung Betawi
Ceritanya:
Bapak saya "membedah" a.k.a menguras Dan memanen Empang ikan Bawalnya, ternyata dapat bonus 1 ikan Gabus besar.
Mas Budi, my oldest brother yang married dengan mbak Nita asli Betawi, minta ikan tsb dimasak Gabus Pucung, katanya pernah makan di resto mana gitu di Jakarta.
Owkeh.. Googling resepnya bentar di inet jadi deh
Arem Arem Mie
Dulu ini salah satu menu andalan Ibu untuk suguhan kalau lagi ada acara di rumah, resepnya dari milis NCC :
http://groups.yahoo.com/group/naturalcookingclub/message/36854
http://groups.yahoo.com/group/naturalcookingclub/message/36854
Bahan:
- 5 bungkus indomie,
- 350 gr daging cincang (saya pakai 100 gr)
- 1 buah bawang bombay,
- 10 butir bawang merah,
- 1 gelas susu encer (saya ganti Santan kental),
- 1/4 kg wortel dipotong kecil lalu rebus sebentar,
- 5 sendok minyak goreng utk menumis,
- 3 butir telur ayam, garam, merica, gula pasir secukupnya,
- 5 sdm kecap manis (saya gak pakai kecap)
- bawang bombay dipotong halus, lalu ditumis harum, masukkan daging dan wortel masak sampai matang.
- Rebus Indomie dgn 4 gelas air sampai matang, tiriskan lalu masukkan indomie, masak kembali. kalo airnya dah mengering angkat dari api, masukkan telur dan aduk.
- Kemudian adonan mie diisi dengan adonan isi dibungkus dan kukus sampai matang.
Langganan:
Postingan (Atom)




